e.
Keadaan siswa MI Miftahul HudaJumlah siswa di MI Miftahul Huda
tergolong cukup banyak untuk pendidikan di dasar tingkat desa.Jumlah
keseluruhan siswa MI MIftahul Huda sebanyak 178 siswa, yang terbagi menjadi
tujuh kelas. Data tentang siswa MI Miftahul Huda dapat dilihat pada tebel berikut
: Tabel 4.5 Data Siswa Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Ngasem Ngajum Malang Tahun Pelajaran 2014/2015
|
NO
|
Kelas
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
Jumlah
|
|
1
|
I-A
|
10
|
12
|
22
|
|
2
|
I-B
|
10
|
12
|
22
|
|
3
|
II
|
13
|
20
|
33
|
|
4
|
III-A
|
14
|
4
|
18
|
|
5
|
III-B
|
7
|
12
|
19
|
|
6
|
|
14
|
17
|
31
|
|
7
|
V
|
10
|
21
|
31
|
|
8
|
VI
|
18
|
9
|
27
|
|
Jumlah
|
99
|
112
|
203
|
Sumber :
Dokumentasi MI Miftahul Huda, Tahun 2014 f.
Sarana prasarana MI Miftahul
HudaMadrasah sebagai tempat belajar
tentu memiliki berbagai fasilitas atau sarana dan prasarana yang bermanfaat
khususnya untuk kelancaran proses belajar mengajar. Selain itu sarana dan
prasarana yang tersedia juga diharapkan berguna untuk kepentingan kegiatan-kegiatan
lain yang berhubungan dengan masyarakat. Adapun sarana dan prasarana yang
tersedia di MI Miftahul Huda antara lain : Tabel 4.6 Sarana Dan Prasarana Madrasah Ibtidaiyah Miftahul HudaNgasem
Ngajum Malang Tahun Pelajaran 2014/2015
|
No
|
Sarana
prasarana
|
Jumlah
|
Keadaan
|
|
1
|
Ruang kepala
madrasah
|
1
buah
|
Baik
|
|
2
|
Ruang guru dan
TU
|
1
buah
|
Baik
|
|
3
|
Ruang Tamu
|
1
buah
|
Baik
|
|
4
|
Ruang belajar
|
8
buah
|
Baik
|
|
5
|
Perpustakaan
|
1
buah
|
Baik
|
|
6
|
Ruang UKS
|
1
buah
|
Baik
|
|
7
|
Ruang
laboratorium Komputer dan IPA
|
1
buah
|
Baik
|
|
8
|
Ruang koperasi
sekolah
|
1
buah
|
Baik
|
|
9
|
Lapangan olah
raga
|
1
buah
|
Baik
|
|
10
|
Kamar mandi
dan WC guru
|
1
buah
|
Baik
|
|
11
|
Kamar mandi
dan WC siswa
|
2
buah
|
Baik
|
|
12
|
Dapur
|
1
buah
|
Baik
|
|
13
|
Gudang
|
1
buah
|
Baik
|
Sumber : Dokumentasi MI Miftahul Huda, Tahun 2014 2.
Paparan Data Siklus I
Pembelajaran
siklus
I terdiri dari perencanaan, pelaksanaan,
observasi, dan refleksi. Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam siklus I
adalah agar siswa
dapat melakukan perkalian 1 angka dan 1 angka, 2 angka dan 1 angka, 2 angka dan
2 angka, dan memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan perkalian. Alokasi
waktu pada siklus ini adalah
3x
35
menit.
a. Perencanaan Tindakan
Pada
tahap perencanaan peneliti mengadakan observasi terhadap proses
pembelajaran dan prestasi
belajar Matematika pada kelas III-B
untuk mengetahui media, metode,
strategi pembelajaran yang telah digunakan oleh guru, serta proses pembelajaran
yang telah berlangsung. Peneliti juga mencatat hasil belajar yang diperoleh
oleh masing-masing siswa.
Berdasarkan pengamatan dan hasil catatan
terhadap proses pembelajaran dan prestasi belajar sebelum tindakan, dapat
diperoleh informasi sebagai data awal. Hasil pencatatan menunjukkan bahwa dari
20 siswa kelas III-B
terdapat 11
siswa atau sekitar 55% yang masih belum mampu berhitung perkalian. Hal ini
ditunjukkan dengan perolehan nilai siswa yang belum mencapai nilai 7
0 (KKM). Oleh karena itu, peneliti dan teman sejawat
mendiskusikan rancangan tindakan
yang akan dilakukan pada penelitian ini. Dan diperoleh
kesepakatan bahwa pelaksanaan tindakan siklus I dilaksanakan dalam 3 kali
pertemuan dengan alokasi waktu tiap pertemuan 2 x 35 menit yaitu pada tanggal 5
, 6
dan 7Agustus
2014
.Dengan berpedoman
pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD/MI
2006 Kelas III
. Peneliti
melakukan langkah-langkah perencanaan pembelajaran Matematika dengan menerapkan
teknik jarimatika sebagai berikut:
1.
Mempelajari KTSP dan
Silabus Kelas III
SD/MI
Standar Kompetensi: I
. Melakukan Operasi Hitung Bilangan sampai
tiga angka.
Kompetensi
Dasar: 1
.3
Melakukan perkalian bilangan yang hasilnya bilangantiga
angka.
2.
Peneliti bersama dengan
guru merancang Rencana PelaksanaanPembelajaran
(RPP) dengan beberapa indikator sebagai berikut:1
.3
.1 Mampu melakukan
perkalian satu angka dan satu angka
.
1
.3
.2 Mampu melakukan
perkalian dua angka dan satu angka
.1.3.3 Mampu melakukan
perkalian dua angka dan dua angka
1
.3
.4 Mampu
memecahkan
masalah sehari-hari
yang melibatkan
perkalian.Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) dilaksanakan tiga kali pertemuan dan masing-masing pertemuan
dalam waktu dua jam pelajaran (2 x 35 menit).3.
Peneliti dan Guru
membuat LKS dan lembar evaluasi.
4.
Menyediakan alat peraga
berupa permen untuk penjumlahan berulang,
dan
selebihnya menggunakan jari tangan masing-masing.5.
Membuat lembar
observasi guru dan siswa.b. Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini peneliti
melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan teknik jarimatika sesuai dengan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun.
Pembelajaran pada siklus I
dilaksanakan 3 kali pertemuan.
1)
Pertemuan
Pertama
Pertemuan pertama dilaksanakan pada
tanggal 5
Agustus 2014
.Pada
pertemuan ini materi yang diajarkan adalah mengenal perkalian sebagai
penjumlahan berulang.Sebagai kegiatan awal peneliti
dan siswa berdoa bersama, mengkondisikan kelas, mengabsen siswa, dan
melakukan apersepsi.Pada awal pembelajaran suasana kelas sangat
hening, tapi ketika peneliti menanyakan kepada siswa tentang penjumlahan
bilangan “5 + 5 = ..., 6 + 6 + 6 = ... “. Suasana berubah menjadi sedikit gaduh.
Berikut adalah gambaran awal pembelajaran,
beberapa siswa
berteriak-teriak gampil.. gampil bu,(mudah bu)
kayak kelas satu aja bu...bu, beberapa siswa terus
berteriak-teriak sampai peneliti berdiri dari tempat duduk sambil bertepuk
tangan sebanyak tiga kali dan berteriak mengucapkan sudah...sudah...ayo diam
jangan ramai aja, ayo coba angkat tangan siapa yang mau menjawab. Muhim
kemudian angkat tangan dan menjawab ada 10 bu, lalu minan mengangkat tangannya
juga saya bu.. yang kedua ada18. Bagus pintar sekali kalian.
Peneliti melanjutkan
menjelaskan
perkalian
sebagai penjumlahan berulang. Peneliti
memberi contoh menghitung perkalian dengan menggunakan permen selanjutnya sampai siswa mengerjakan
evaluasi. Berikut adalah gambaran dalam kegiatan belajar.
Zulfi kembali berulah berbisik-bisik kepada teman
kiri kanannya, sambil berbicara, wah nanti kita mendapat permen dari bu guru
kalau kita bisa mengerjakan tapi gimana ya, minan berkomentar kamu itu Zul
pikirannya cuma makan aja. Ayo coba maju sana kerjakan dipapan tulis, gah gak
mau aku gak bisa. Peneliti berkata sudah ayo siapa yang mau maju nanti ibu
kasih permennya, Minan sama Muhim bersamaan mengacungkan tangannya. Baik ayo
maju bersama kerjakan soalnya satu-satu. Kemudian peneliti memberikan soal
evaluasi suasana menjadi sunyi, karena semua siswa serius mengerjakan soal-soal
yang diberikan oleh peneliti.
Peneliri kembali
membimbing siswa untuk menyimpulkan tentang apa
yang telah mereka lakukan dan pelajari. Peneliti
memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya kemudian memberikan
pekerjaan rumah. Peneliti
menutup
pembelajaran Matematika.
2)
Pertemuan KeduaPertemuan kedua dilaksanakan pada
tanggal 6
Agustus 2014
. Pada
pertemuan yang ke-2 ini pembelajaran direncanakan dengan menggunakan metode
jarimatika, materi yang diajarkan
adalah mengalikan bilangan 6-10 dengan berbagai cara. Pada kegiatan ini peneliti
memperkenalkan jarimatika kepada
siswa. Peneliti
mendemonstrasikan formasi
jarimatika bilangan 6-10 dengan menggunakan tangan dan meminta siswa untuk
menirukan.
Berikut gambaran suasananya,
Ayo anak-anak coba perhatikan bu guru mau memperagakan cara menghitung
perkalian dengan menggunakan jari-jari ibu, nanti kalian sambil menirukan ya...,
selanjutnya peneliti menuliskan beberapa soal di papan tulis siapa yang bisa
maju, lagi-lagi yang maju Minan, Muhim, Della, Ahmad dan Devi. Bagus pintar
sekali kalian ayo yang lain mana kok gak berani maju, Fajar menjawab, takut
bu.. takut salah. Oh..o..o.. gak apa-apa jangan takut salah siapa yang mencoba
pasti akan bisa
Peneliti kembali
membimbing siswa untuk menyimpulkan tentang apa
yang telah mereka lakukan dan pelajari. Peneliti
memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya kemudian memberikan
pekerjaan rumah. Peneliti
menutup
pembelajaran Matematika.
3)
Pertemuan Ketiga
Pertemuan ketiga dilaksanakan pada
tanggal 7
Agustus 2014
.Pada
pertemuan yang ke-3 ini pembelajaran direncanakan dengan menggunakan metode
jarimatika, materi yang diajarkan
adalah menyelesaikan masalah yang melibatkan
perkalian dengan mengaitkan
pada pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan
perkalian.Pada kegiatan ini
, peneliti
mengulangi menjelaskan formasi jari tangan dengan metode
jarimatika dan mendemonstrasikan
menghitung perkalian dengan menggunakan metode
jarimatika.Peneliti
menjelaskan cara menyelesaikan soal cerita tentang perkalian dengan menentukan
kalimat Matematikanya kemudian menghitungnya dengan metode
jarimatika. peneliti
membagi siswa dalam kelompok dan
masing-masing kelompok terdiri atas 2 anak.
Pada awal kegiatan kerja
kelompok, suasana kelas menjadi agak gaduh setelah peneliti mempersilahkan
setiap pasangan untuk memperagakan hasil jawabannya di depan teman-temannya
dengan menggunakan jaritangan masing-masing. Berikut adalan gambaran kerja
kelompok sampai pada memperagakannya.
Beberapa siswa berjalan mencari teman kelompoknya,
sebagian anak berteriak memanggil temannya... Mat, sini... kamu dengan aku mari
duduk di bangku depan sana aja teriak zulfi memanggil teman untuk dijadikan
kelompoknya. Sebagian siswa lain nampak menggeser kursi hingga suasana gesekan
kursi dan lantai bertambah ramai sambil memangil temannya untuk dijadikan
kelompoknya, lagi-lagi bu guru beranjak dari tepat duduknya sambil bertepuk
tangan dan berteriak mengucapkan sudah...sudah... ayo duduk yang rapi dan mulai
kerjakan soalnya, nanti setelah selesai diperagakan di depan secara bergantian
Peneliti kembali
membimbing siswa untuk menyimpulkan
tentang apa yang telah mereka lakukan dan pelajari. Peneliti
memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya kemudian memberikan lembar evaluasi siklus I
untuk dikerjakan secara individu. Peneliti
menutup pembelajaran Matematika.
c. Penilaian Hasil Tindakan
Siklus I
Penilaian tindakan ini meliputihasil
observasi aktivitas guru
atau
peneliti dan observasi aktivitas siswa, serta hasil tes akhir siklus I.
Untuk lebih jelasnya hasil observasi aktivitas peneliti, hasil
observasi aktivitas siswa, dan hasil
tes akhir siklus I,
dalam pembelajaran ini
dideskripsikan sebagai berikut:1)
Aktivitas Peneliti Pada
Kegiatan Pembelajaran Siklus I.
Aktivitas peneliti pada
pelaksanaan siklusI berlangsung sesuai rencana yang telah disusun sebelumnya,
sebagian besar indikator kegiatan sudah tercapai dalam pelaksanaan pembelajaran
tersebut.Tercapainya indikator tersebut dapat dilihat dari analisis lembar
observasi kegiatan peneliti.Peneliti telah berhasil memberikan bimbingan kepada
siswa dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa.
Pengamat peneliti melakukan
observasi sesuai dengan petunjuk pada lembar observasi, yaitu dengan
menggunakan tanda (√) pada kolom yang disediakan. Hasil observasi yang dilakukan observer dianalisis dengan menggunakan
pedoman penskoran. Data dari hasil observasi dianalisis dengan menggunakan
analisis persentase. Skor yang diperoleh pada masing-masing aktivitas disebut
dengan jumlah skor, sedangkan skor ideal masing-masing aktivitas disebut skor
maksimal. Selanjutnya dihitung skor perolehan dengan cara membagi jumlah skor
dengan skor maksimal dan dikalikan 100%. Berikut merupakan paparan data
mengenai aktivitas peneliti dalam pembelajaran berdasarkan hasil observasi.
Berdasarkan hasil pengamatan observasi selama
pembelajaran
Operasi Hitung Perkalian dengan menggunakan
metode
Jarimatikapada siklus I. Sebagian
indikator pembelajaran telah tercapai. Tercapainya indikator tersebut dapat
dilihat dari analisis lembar observasi kegiatan peneliti dari semua observer
terlibat selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Ketercapaian indikator
tersebut dapa dilihat pada tabel yang sudah terlampir.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan
observer I terhadap aktivitas peneliti dalam melaksanakan pembelajaran pada
tabel tersebut diatas, jumlah skor yang diperoleh adalah 57 dari skor maksimal
68. Dengan demikian persentaseskor adalah :
Persentase nilai rata-rata
(Y
) = 
=

Hasil
perhitungan diatas menunjukkan bahwa hasil observasi aktivitas guru termasuk
dalam kategori “sangat baik”. Hal ini menunjukkan taraf keberhasilan peneliti selama pembelajaran
berdasarkan observasi berada dalam kategori sangat baik, dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa aktivitas peneliti sudah sesuai dengan rencana yang
ditetapkan.
2)
Aktivitas Siswa Pada Kegiatan Pembelajaran Siklus
I
Pada kegiatan pembelajaran siklus I, siswa
terlibat cuku
p serius mengikuti kegiatan pembelajaran.
Kondisi tersebut dapat dilihat pada lembar observasi aktiv
itas siswa yang
diobservasi oleh teman sejawat sebagai pengamat I dan pengamat
II. Hasil observasi aktiv
itas siswa dianalisis
dengan menggunakan analisis data yang sama seperti analisis data hasil
observasi aktiv
itas peneliti yaitu analisis persentase. Berikut ini adalah paparan
data mengenai hasil pengamatan terhadap siswa.Hasil
observasi yang dilakukan kedua pengamat terlihat bahwa siswa sangat tertarik
belajar per
kalian
karena dalam kehidupan sehari-hari
sering ditemukan hal-hal yang dapat di
hitung dengan menggunakan
perkalian.Siswa juga terlihat percaya diri untuk bertanya
dan mengemukakan pendapatnya jika
mengalami kesulitan ataupun mengetahui informasi baru. Tetapi masih kebingungan
ketika dipersilahkan
membuat soal dan berdiskusi
bersama pasangannya. Hal ini karena
siswa belum terbiasa
menghitung secara cepat dan adanya rasa takut jika
jawabannya salah.
Berdasarkan hasil
pengamatan observasi selama pembelajaran
Operasi Hitung
Perkalian dengan menggunakan mo
tode Jarimatika pada
siklus I, sebagian besar indikator pembelajaran sudah tercapai, namun perlu
ditingkatkan lagi. Tercapainya indikator tersebut dapat dilihat dari analisis
lembar observasi kegiatan siswa dari
semua observer yang terlibat selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Ketercapaian
indikator tersebut dapat dilihat pada tabel yang telah terlampir.
Berdasarkan
hasil observasi yang dilakukan observer terhadap aktivitas siswa dalam kegiatan
pembelajaran pada tabel di atas, jumlah skor yang diperoleh adalah 53dari skor
maksimal 72. Dengan demikian persentase skor adalah:
Persentase nilai rata-rata (Y
) = 
=


Hasil perhitungan di atas
menunjukkan bahwa hasil observasi aktivitas siswa termasuk dalam kategori
“Baik”. Kegiatan yang dapat dilihat dalam
lembar observasi tersebut bukan berarti proses pembelajaran berjalan
dengan baik, karena masih ada siswa yang belum melakukan aktivitas diatas. Hal yang
belum dilakukan sepenuhnya adalah:
a)
Kurang
memperhatikan topik, tujuan dan rencana pembelajaran
yang
disampaikan
b)
Tidak
mencatat langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan
dalam
pembelajaran
Jarimatikac)
Kurang
tanggap dalam mengerjakan contoh soal yang diberikan
guru
d)
Tidak memperhatikan kesimpulan hasil pembelajaran
yang
disampaikan
oleh guru
3)
Hasil tes akhir siklus I
Peneliti menginginkan informasi tentang besarnya siswa
yang tuntas dan tidak tuntas setelah pelaksanaan siklus I, maka data perolehan
hasil belajar siswa harus dibandingkan dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM)
mata pelajaran Matematika yang ditetapkan oleh MI Miftahul Huda tersebut. Jika
KKM mata pelajaran Matematika sebesar 70, maka penyajian datanya adalah
sebagaimana tabel berikut,
Tabel 4.1 Data Frekuensi Hasil Evaluasi Matematika Setelah
Menggunakan Teknik Jarimatika Pada Siklus I
|
No
|
Interval
Skor
|
Frekuensi
|
Persentase
|
Predikat
|
|
1.
|
70 - 100
|
14
|
70
|
Tuntas
|
|
2.
|
0 - 67
|
6
|
30
|
Tidak Tuntas
|
|
Jumlah
|
20
|
100
|
|
Dengan demikian
diperoleh informasi bahwa dari 20 siswa yang mengikuti tes siklusI sebanyak 14
siswa atau 70% dinyatakan tuntas, dan sebanyak 6 siswa atau 30% dinyatakan
tidak tuntas.
Dari data di atas peneliti juga memerlukan informasi
tentang rata-rata skor tes pada siklusI, untuk itu peneliti harus menjumlahkan
seluruh skor tes para siswa selanjutnya membaginya dengan jumlah seluruh siswa.
Sehingga diperoleh jumlah rata-rata skor tes siklusI sebesar 78,20 meskipun
telah mengalami peningkatan dari sebelum diadakan tindakan. Karena ketuntasan
klasikal dalam penelitian ini adalah 85%, sehingga akan dilanjutkan pada siklus
II agar hasil belajar dapat meningkat dan mencapai ketuntasan belajar klasikal
yang telah ditentukan.
Data frekuensi peningkatan
hasil evaluasi Matematika sebelum dan
setelah menggunakan teknik
jarimatika pada siklus I dapat dilihat pada tabel.Tabel 4.2 Persentase Skor Tes Awal
dan Skor Tes Akhir Siklus I
|
No
|
Interval Skor
|
Skor Awal
|
Skor Akhir Tes SiklusI
|
Prediksi
|
|
Frekuensi
|
Persentase
|
Frekuensi
|
Persentase
|
|
1.
|
70-100
|
10
|
50
|
14
|
70
|
Tuntas
|
|
2.
|
0-69
|
10
|
50
|
6
|
30
|
Tidak Tuntas
|
|
Jumlah
|
20
|
100
|
20
|
100
|
|
d.
Refleksi
Menurut hasil observasi terhadap aktivitas
peneliti dalam kegiatan pembelajaran, aktivitas peneliti telah mencapai
kriteria keberhasilan, yaitu 83%. Hal ini berarti bahwa kriteria keberhasilan
aktivitas siswa pada tindakan ini mencapai kriteria “sangat baik”. Sedangkan
hasil observasi terhadap kegiatan siswa dalam kegiatan pembelajaran juga
mencapai keberhasilan, yaitu 7
4% yang berarti mencapai kriteria “baik”. Dari
hasil observasi tersebut, terlihat bahwa tindakan pada siklus I telah
menampakkan hasil yang diharapkan. Namun, hasil tes akhir siklus I diketahui
bahwa ketuntasan belajar siswa mencapai 70% yang artinya masih 70% dari total
seluruh siswa memperoleh nilai

70, dan diperoleh jumlah rata-rata skor tes siklusI sebesar 78,20 meskipun
telah mengalami peningkatan dari sebelum diadakan tindakan. Karena ketuntasan
klasikal dalam penelitian ini adalah 85%, sehingga dengan persetujuan dua teman
sejawat sebagai observer, kegiatan pembelajaran akan dilanjutkan pada siklus II
agar hasil belajar dapat meningkat dan mencapai ketuntasan belajar klasikal
yang telah ditentukan.
3.
Paparan Data Siklus IIPada
siklus I hasil pembelajaran kemampuan berhitung perkalian masih belum tuntas.
Oleh karena itu, kegiatan penelitian tindakan kelas ini dilanjutkan ke siklus
II dengan harapan pada siklus II dapat memperbaiki kelemahan-kelemahan pada
siklus I. Kegiatan penelitian tindakan pada siklus II dilaksanakan 2 kali
pertemuan. Kegiatan dari siklus II ini adalah sabagai berikut:a. Perencanaan Tindakan
Berdasarkan hasil refleksi pelaksanaan pada
siklus I telah diketahui bahwa ada peningkatan kemampuan berhitung siswa
terhadap materi pembelajaran Perkalian
tetapi belum maksimal. Hal-hal yang perlu diperbaiki guru adalah sebagai
berikut: memberikan arahan kembali kepada siswa tentang formasi jarimatika atau
langkah-langkah yang digunakan dalam pembelajaran menggunakan metode
jarimatika, pada saat pembelajaran
peneliti meminta siswa maju secara acak dalam mendemonstrasikan formasi
jarimatika dan menghitung perkalian dengan menggunakan teknik jarimatika.
Selain itu, peneliti memberikan konsep angka yang lebih sulit agar kemampuan
berhitung siswa lebih meningkat.
Dengan
berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD/MI
2006 Kelas III
. Peneliti melakukan langkah-langkah
perencanaan pembelajaran Matematika dengan menerapkan teknik jarimatika sebagai
berikut:1.
Mempelajari KTSP dan
Silabus Kelas III
SD/MI
Standar
Kompetensi: I
. Melakukan Operasi Hitung Bilangan
sampai
tiga angka.
Kompetensi Dasar: 1
.3
Melakukan perkalian bilangan yang hasilnyabilangantiga
angka.
2.
Peneliti bersama dengan
guru merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan beberapa indikator
sebagai berikut:1
.3
.1 Mampu melakukan
perkalian satu angka dan satu angka
.
1
.3
.2 Mampu
melakukan
perkalian dua angka dan satu angka
.1.3.3 Mampu
melakukan
perkalian dua angka dan dua angka
1
.3
.4 Mampu
memecahkan
masalah sehari-hari
yang melibatkan
perkalian.Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) dilaksanakan dua
kali pertemuan dan masing-masing pertemuan dalam waktu dua jam pelajaran
(2 x 35 menit).
3.
Peneliti dan Guru
membuat LKS dan lembar evaluasi.
4.
Menyediakan alat peraga
berupa sedotan
untuk penjumlahan berulang,
dan selebihnya
menggunakan jari tangan masing-masing.5.
Membuat lembar
observasi guru dan siswa.
b. PelaksanaanTindakan
Pada tahap ini peneliti melaksanakan
pembelajaran dengan menggunakan teknik jarimatika sesuai dengan Rencana
Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) yang
telah disusun. Pembelajaran pada siklus II dilaksanakan 2 kali pertemuan:
1)
Pertemuan Pertama
Pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus 2014
.Pada pertemuan ini materi yang
diajarkan adalah fakta dasar perkalian. Pada awal pembelajaran peneliti
menanyakan kepada siswa tentang
penjumlahan bilangan ”3 + 3 = ...., 4 + 4 + 4 =...., 5 + 5 + 5 + 5 =....”. Selanjutnya peneliti
menjelaskan perkalian sebagai
penjumlahan berulang. Guru memberi contoh menghitung perkalian dengan
menggunakan sedotan (bilangan 1-5).Peneliti
menggali pengalaman siswa dalam
pertemuan yang lalu dengan beberapa pertanyaan lisan. Guru menentukan masalah
yang mengkaitkan pada pengalaman siswa dalam kehidupan sehari-
hari yang berkaitan dengan perkalian. Gambaran kegiatan belajar
pada pertemuan 1 siklus II adalah sebagai berikut,
Suasana belajar sangat
menyenangkan ketika peneliti mendemonstrasikan menghitung perkalian dengan
menggunakan metode Jarimatika yang
diselingi dengan tepuk konsentrasi, hai
nanda, bilal, fajar kenapa tidak berkonsentrasi berbicara sendiri aja, ayo anak
tiga itu maju coba kerjakan soal di papan tulis itu sambil didemonstrasikan
dengan menggunakan jari tangan masing-masing, sekarang kalian mau
berkonsentrasi apa tidak, iya..iya bu maaf kata bilal sambil berlari duduk
kembali ketempatnya.
Peneliti kembali
membimbing siswa untuk menyimpulkan
tentang apa yang telah mereka lakukan dan pelajari. Peneliti
memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya kemudian peneliti
menutup
pembelajaran Matematika.
2)
Pertemuan KeduaPertemuan ketiga dilaksanakan pada
tanggal 12Agustus
2014
.Pada pertemuan
yang ke-2
ini pembelajaran direncanakan
dengan menggunakan metode
jarimatika,
materi yang diajarkan adalah menyelesaikan masalah yang mengandung perkalian dengan mengaitkan
pada pengalaman siswa dalam
kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan perkalian.Pada kegiatan ini
, peneliti
mengulangi menjelaskan formasi jari tangan dengan metode
jarimatika dan mendemonstrasikan
menghitung perkalian dengan menggunakan metode
jarimatika. Peneliti
menjelaskan cara menyelesaikan soal cerita tentang perkalian dengan menentukan
kalimat Matematikanya kemudian menghitungnya dengan metode
jarimatika. peneliti
membagi siswa dalam kelompok dan
masing-masing kelompok terdiri atas 2 anak.
Pada awal kegiatan kerja
kelompok, suasana kelas sudah kelihatan tenang setelah peneliti mempersilahkan
setiap pasangan untuk memperagakan hasil jawabannya di depan teman-temannya
dengan menggunakan jaritangan masing-masing. Berikut adalan gambaran kerja
kelompok sampai pada memperagakannya.
Anak-anak sudah mulai mengerti dengan tugasnya,
kelompoknya tetapa bu..., iya. Beberapa siswa berjalan mencari teman kelompoknya
masing-masing,dengan langsung mengubah posisi tempat duduknya.Peneliti
menginformasikan sudah sekarang kerjakan soalnya bersama kelompok masing-masing,
nanti kalau sudah selesai maju secara bergantian dari perwakilan kelompok untuk
mendemonstrasikan jawaban dari soal-soalkalian
Peneliti kembali
membimbing siswa untuk menyimpulkan
tentang apa yang telah mereka lakukan dan pelajari. Peneliti
memberikan kesempatan kepada siswa
untuk bertanya kemudian memberikan lembar evaluasi siklus II
untuk dikerjakan secara individu. Peneliti
menutup pembelajaran Matematika.
c. Penilaian
Hasil Tindakan siklus II
Penilaian tindakan ini meliputi hasil observasi
aktivitas guru atau
peneliti dan hasilobservasi
aktivitas siswa, serta hasil tes akhir siklus I.
Untuk lebih
jelasnya hasil observasi aktivitas peneliti, hasil observasi aktivitas siswa,
dan hasil tes akhir siklus II,
dalam pembelajaran ini dideskripsikan sebagai berikut:1)
Aktivitas Peneliti Pada
Kegiatan Pembelajaran Siklus II.Aktivitas peneliti pada pelaksanaan siklusII
berlangsung sesuai rencana yang telah disusun sebelumnya, sebagian besar
indikator kegiatan sudah tercapai dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut.
Tercapainya indikator tersebut dapat dilihat
dari analisis lembar observasi kegiatan peneliti. Peneliti dapat membenahi kekurangan-kekurangan
pada siklus I, seperti lebih memberi kesempatan bertanya pada
siswa, dapat menyimpulkan materi dengan baik.
Pengamat peneliti
melakukan observasi sesuai dengan petunjuk pada lembar observasi, yaitu dengan
menggunakan tanda (√) pada kolom yang disediakan. Hasil observasi yang dilakukan observer dianalisis dengan menggunakan
pedoman penskoran. Data dari hasil observasi dianalisis dengan menggunakan
analisis persentase. Skor yang diperoleh pada masing-masing aktivitas disebut
dengan jumlah skor, sedangkan skor ideal masing-masing aktivitas disebut skor
maksimal. Selanjutnya dihitung skor perolehan dengan cara membagi jumlah skor
dengan skor maksimal dan dikalikan 100%. Berikut merupakan paparan data
mengenai aktivitas peneliti dalam pembelajaran berdasarkan hasil observasi.
Berdasarkan hasil pengamatan observasi selama
pembelajaran
Operasi Hitung Perkalian dengan menggunakan
metode
jarimatika pada siklus II, sebagian
indikator pembelajaran telah tercapai. Tercapainya indikator tersebut dapat
dilihat dari analisis lembar observasi kegiatan peneliti dari semua observer
terlibat selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Ketercapaian indikator
tersebut dapat dilihat pada tabel yang telah terlampir.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan
observer I terhadap aktivitas peneliti dalam melaksanakan pembelajaran pada
tabel tersebut diatas, jumlah skor yang diperoleh adalah 60 dari skor maksimal
68. Dengan demikian persentase skor
adalah:
Persentase nilai rata-rata (Y
) = 
=


Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa
observasi terhadap aktivitas peneliti termasuk dalam kategori “sangat baik”.
Hal ini menunjukkan taraf keberhasilan
peneliti selama pembelajaran berada dalam kategori “sangat baik” dan meningkat
dari siklus I. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aktivitas peneliti sudah
sesuai dengan rencana yang ditetapkan.
2)
Aktivitas Siswa Pada Kegiatan Pembelajaran Siklus
II
Pada
kegiatan pembelajaran siklus II, siswa terlibat cuku
p
serius mengikuti kegiatan pembelajaran. Kondisi tersebut dapat dilihat pada
lembar observasi aktiv
itas siswa yang diobservasi oleh teman sejawat sebagai pengamat I dan pengamat
II. Hasil
observasi aktiv
itas siswa dianalisis dengan menggunakan analisis data yang sama
seperti analisis data hasil observasi aktiv
itas peneliti yaitu analisis persentase. Berikut
ini adalah paparan data mengenai hasil pengamatan terhadap siswa.Hasil
observasi yang dilakukan kedua pengamat terlihat bahwa siswa sangat tertarik
belajar per
kalian
dengan menggunakan metode Jarimatika.
Siswa terkesan dengan model pembelajaran pada siklus I, sehingga tanpa diminta
membuka catatan materi sebelumnya, siswa sudah mempersiapkan buku di atas meja.
Siswa sudah tidak terlihat bingung ketika diberi intruksi untuk
mendemonstrasikan perkalian dengan metode jarimatika.
Berdasarkan hasil pengamatan observasi selama
pembelajaran
Operasi Hitung Perkalian dengan menggunakan
metode
Jarimatika pada siklus II, sebagian
besar indikator pembelajaran sudah tercapai. Terlihat adanya peningkatan
ketercapaian indikator dari siklus sebelumnya. Tercapainya indikator tersebut
dapat dilihat dari analisis lembar observasi
kegiatan siswa dari semua observer yang terlibat selama kegiatan
pembelajaran berlangsung. Ketercapaian indikator tersebut dapat dilihat pada
tabel yang telah terlampir.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan
observer terhadap aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran pada tabel di
atas, jumlah skor yang diperoleh adalah 61 dari skor maksimal 72
. Dengan demikian
persentase skor adalah:
Persentase nilai rata-rata (Y
) = 
=

= 85%
Hasil perhitungan persentase diatas menunjukkan
bahwa aktivitas siswa termasuk dalam kategori “Sangat Baik”. Kegiatan yang
dapat dilihat dalam lembar observasi
tersebut bukan berarti proses pembelajaran berjalan dengan baik, karena masih
ada siswa yang belum melakukan aktivitas diatas. Hal yang belum dilakukan
sepenuhnya adalah:
a)
Kurang
tanggap dalam mengerjakan contoh soal yang diberikan
guru
b)
Kurangmemperhatikan
kesimpulan hasil pembelajaran yang
disampaikan
oleh guru.
3) Hasil tes akhir siklus II
Peneliti menginginkan informasi
tentang besarnya siswa yang tuntas dan tidak tuntas setelah pelaksanaan siklus
II, maka data perolehan hasil belajar siswa harus dibandingkan dengan kriteria
ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran Matematika yang ditetapkan oleh MI
Miftahul Huda tersebut. Jika KKM mata pelajaran Matematika sebesar 70, maka
penyajian datanya adalah sebagaimana tabel berikut,
Tabel 4.3Data Frekuensi Hasil Evaluasi Matematika Setelah Menggunakan Metode Jarimatika Pada Silkus II
|
No
|
Interval
Skor
|
Frekuensi
|
Persentase
|
Predikat
|
|
1.
|
70 - 100
|
18
|
90
|
Tuntas
|
|
2.
|
0 - 67
|
2
|
10
|
Tidak Tuntas
|
|
Jumlah
|
20
|
100
|
|
Dengan demikian
diperoleh informasi bahwa ketuntasan siswa meningkat dari tes akhir siklus I.
Siswa yang mendapat nilai ≥70 sebanyak 18 siswa dari 20 siswa, dengan demikian
ketuntasan belajar setelah melaksanakan pembelajaran Jarimatikaadalah 90% yang
berarti telah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal dan telah mengalami
peningkatan dari siklus sebelumnya.
Dari data di atas
peneliti juga memerlukan informasi tentang rata-rata skor tes pada siklusII,
untuk itu peneliti harus menjumlahkan seluruh skor tes para siswa selanjutnya
membaginya dengan jumlah seluruh siswa. Sehingga diperoleh jumlah rata-rata
skor tes siklusII sebesar 85,80.
Data perbandingan frekuensi
hasil tes evaluasi akhir siklus I dan siklus II berdasarkan hasil tes dapat
dilihat pada tabel berikut,
Tabel 4.4Daftar
Kesimpulan Per Aspek Penilaian Belajar Tiap Siklus
|
No
|
Aspek
|
Siklus
|
Keterangan
|
|
I
|
II
|
|
1.
|
Tuntas Belajar
|
14 (70%)
|
18 (90%)
|
|
|
2.
|
Tidak Tuntas Belajar
|
6 (30%)
|
2 (10%)
|
|
3.
|
Skor Rata-rata
|
78,20
|
85,80
|
Berdasarkan tabel diatas,
selanjutnya peneliti dapat menginformasikan hal-hal yang dirasakan penting
untuk diungkapkan yaitu antara lain:
(a)
Ketuntasan belajar
mengalami kenaikan pada siklus berikutnya, dari siklus I ke siklus II terjadi
peningkatan sebanyak 4 siswa atau 28,57% (perhitungan berasal dari 4 siswa
dibagi 14 siswa dikalikan 100%);
(b)
Skor tes rata-rata
mengalami kenaikan pada siklus berikutnya, dari siklus I ke siklus II terjadi
kenaikan sebesar 7,60 (dari perhitungan 85,80 – 78,20).
c. RefleksiMenurut hasil
observasi terhadap aktivitas peneliti dalam kegiatan pembelajaran, aktivitas
peneliti telah mencapai kriteria keberhasilan, yaitu
88%. Hal ini berarti bahwa kriteria keberhasilan
aktivitas
peneliti pada tindakan ini mencapai kriteria “sangat baik”. Sedangkan hasil
observasi terhadap kegiatan siswa dalam kegiatan pembelajaran juga mencapai
keberhasilan, yaitu
85% yang berarti mencapai kriteria “
sangat baik”. Dari hasil observasi tersebut, telah
menampakkan hasil yang diharapkan dan meningkat dari tindakan sebelumnya.
Hasil tes akhir siklus II diketahui bahwa ketuntasan siswa
meningkat dari tes akhir siklus I. Siswa yang mendapat nilai ≥70 sebanyak 18
siswa dari 20 siswa, dengan demikian ketuntasan belajar setelah melaksanakan
pembelajaran Jarimatika adalah 90%
dan diperoleh jumlah rata-rata
skor tes siklus II sebesar 85,80, yang berarti telah mencapai ketuntasan belajar
secara klasikal dan telah mengalami peningkatan dari siklus sebelumnya
. Dengan persetujuan dua
teman sejawat sebagai observer, kegiatan pembelajaran dihentikan.
B. Temuan PenelitianBeberapa temuan penelitian yang diperoleh pada siklus I dan siklus II,
hasil observasi, dan hasil tes akhir setiap tindakan adalah sebagai berikut:
1.
Temuan pada siswa
a)
Pembelajaran dengan menggunakan metode Jarimatika
ini membantu siswa lebih mudah memahami materi dengan baik, karena pembelajaran
dilakukan dengan permainan memperagakan jari tangan masing-masing yang membuat
siswa tidak tegang dalam memahami materi atau menghitung suatu perkalian.
b)
Pembelajaran dengan menggunakan metode Jarimatika
ini membantu siswa lebih mudah dan cepatuntuk menghitung perkalian, karena
cuma menggerakkan jari-jari tangannya yang sesuai
dengan lambangnya secara
beulang-ulang membuat siswa lebih mudah dalam mengingat konsep materi perkalian
dan lebih cepat dalam menghitung perkalian.
c)
Membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran, hal ini
terlihat ketika siswa mau berusaha mendemonstrasikan dan mengerjakan soal yang
mereka peroleh dengan cepat, dan antusias dalam memperagakannya.
2.
Temuan pada guru
a)
Guru selalu memberi motivasi kepada siswa untuk
lebih bersemangat dalam belajar matematika
b)
Guru dapat menguasai kelas dengan baik, hal ini
terlihat ketika ada siswa yang kurang memperhatikan
c)
Guru dapat mengaitkan materi dengan kemampuan yang
dimiliki siswa.
.
C. Temuan PenelitianBeberapa temuan penelitian yang diperoleh pada siklus I dan siklus II,
hasil observasi, dan hasil tes akhir setiap tindakan adalah sebagai berikut:
3.
Temuan pada siswa
d)
Pembelajaran dengan menggunakan metode Jarimatika
ini membantu siswa lebih mudah memahami materi dengan baik, karena pembelajaran
dilakukan dengan permainan memperagakan jari tangan masing-masing yang membuat
siswa tidak tegang dalam memahami materi atau menghitung suatu perkalian.
e)
Pembelajaran dengan menggunakan metode Jarimatika
ini membantu siswa lebih mudah dan cepatuntuk menghitung perkalian, karena
cumamenggerakkan jari-jari tangannya yang sesuai dengan lambangnyasecara
beulang-ulang membuat siswa lebih mudah dalam mengingat konsep materi perkalian
dan lebih cepat dalam menghitung perkalian.
f)
Membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran, hal
ini terlihat ketika siswa mau berusaha mendemonstrasikan dan mengerjakan soal
yang mereka peroleh dengan cepat, dan antusias dalam memperagakannya.
4.
Temuan pada guru
d)
Guru selalu memberi motivasi kepada siswa untuk
lebih bersemangat dalam belajar matematika
e)
Guru dapat menguasai kelas dengan baik, hal ini
terlihat ketika ada siswa yang kurang memperhatikan
f)
Guru dapat mengaitkan materi dengan kemampuan yang
dimiliki siswa.
Observasi kegiatan Inti pembelajaran oleh guru
dan siswa, pada hari selasa, Tanggal 5 Agustus 2014.
Observasi kegiatan Inti pembelajaran oleh guru dan
siswa, pada hari Rabu, Tanggal 6 Agustus 2014.
Observasi kegiatan Inti pembelajaran oleh guru dan
siswa, pada hari Rabu, Tanggal 7 Agustus 2014.
Observasi kegiatan Inti pembelajaran oleh guru dan
siswa, pada hari Senin, Tanggal 11 Agustus 2014.
Observasi kegiatan Inti pembelajaran oleh guru dan
siswa, pada hari Selasa, Tanggal 12
Agustus 2014.